Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan
Harga pokok penjualan berbeda dengan harga pokok produksi. Jika harga pokok produksi adalah menghitung total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang dan atau jasa, maka harga pokok penjualan adalah menghitung biaya produksi ditambah biaya pemasaran dan distribusi.
Harga Pokok Produksi = Biaya Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja + Biaya Overhead
Harga pokok penjualan harus dibuat agar pelaku usaha memahami secara detail mengenai biaya dari produk tersebut.
#Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan
HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal - Persediaan Akhir
Pembelian bersih termasuk biaya langsung seperti ongkos angkut, tapi dikurangi dengan potongan pembelian dan juga retur pembelian, sehingga akan diperoleh pembelian yang bersih dalam satu periode.
Persediaan awal adalah adata awal bulan atau awal tahun, sedangkan persediaan akhir diperoleh dari perhitungan stok opname atau stok fisik.
Contoh : HPP = Pembelian Bersih + Persediaan Awal - Persediaan Akhir
= Rp. 500.000.000 + Rp. 300.000.000 - Rp 200.000.000 = Rp. 600.000.000
Jadi, toko tersebut menjual produknya sebesar Rp. 600.000.000 selama tahun kemarin dan hanya menyisakan barang dengan nilai sebesar Rp. 100.000.000 pada tanggal 31 Desember.
#Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan pada Perusahaan Manufaktur
HPP = Harga Pokok Produksi + Persediaan Awal Barang Jadi - Persediaan Akhir Barang Jadi
1. Menghitung Bahan Baku yang Dipakai
Bahan Baku yang digunakan = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku - Persediaan Akhir Bahan Baku
2. Menghitung Biaya Produksi
Total Biaya Produksi = Bahan Baku yang digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi
3. Menghitung Harga Pokok Produksi
Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + Persediaan Awal Barang dalam proses produksi - Persediaan akhir barang dalam proses produksi
#Cara Menghitung Harga Jual Produk Barang atau Jasa
1. Cost Plus Pricing
Harga Jual = Modal + Persentase Laba
Contoh Modal 500.000 untuk produksi ditambah biaya kemasan 10.000 dan biaya karyawan sebesar 150.000, ditambah keuntungan 30 % , maka
Harga Jual = Modal + Persentase Laba
Harga Jual = (500.000+10.000+150.000)+(30%xmodal)
Harga Jual = 660.000 +(30%x660.000) = 858.000 dengan keuntungan yang didapat 198.000.
2. Mark Up Pricing
Harga Jual = Modal + Mark Up
Harga Jual = 660.000 + 200.000 = 860.000 dengan keuntungan 200.000
3. Break Even Pricing
Total Biaya = Biaya tetap + Biaya Variabel
cara ini bergantung pada biaya produksi dan demand pasar dalam menentukan harga jual yang cocok. Jadi jika penjualan masih berada dibawah BEP maka mengalami kerugian tetapi jika sebaliknya berarti memperoleh keuntungan.



Komentar
Posting Komentar